Archive for October 2009

Zaman prasejarah Jepang

October 14, 2009

Zaman Paleolitik

Zaman Paleolitik Jepang berlangsung dari sekitar 100.000 hingga 30.000 SM, dimulai dari penggunaan perkakas batu dan berakhir sekitar 12.000 SM pada akhir zaman es terakhir yang sekaligus awal dari periode Mesolitik zaman Jōmon. Bukti-bukti penggalian arkeologi menunjukkan kepulauan Jepang sudah dihuni orang sejak 35.000 SM.[2] Kepulauan Jepang terpisah dari daratan Asia setelah zaman es terakhir sekitar 11.000 SM. Setelah terungkapnya pengelabuan zaman Paleolitik Jepang oleh peneliti amatir Shinichi Fujimura, bukti-bukti asal zaman Paleolitik Bawah dan zaman Paleolitik Tengah yang diklaim oleh Fujimura dan rekan-rekan telah diteliti ulang dan ditolak.

Zaman Jōmon


Sebuah bejana dari zaman Jōmon Pertengahan (3000-2000 SM).

Zaman Jōmon berlangsung dari sekitar 14.000 SM hingga 300 SM. Tanda-tanda pertama peradaban dan pola hidup stabil manusia muncul sekitar 14.000 SM dengan adanya kebudayaan Jōmon yang bercirikan bercirikan gaya hidup pemburu-pengumpul semi-sedenter Mesolitik hingga Neolitik. Mereka tinggal di rumah-rumah yang dibangun di atas tanah yang digali dan di atasnya didirikan rumah beratap dari kayu. Orang zaman Jōmon sudah mengenal bentuk awal dari pertanian, namun belum mengenal cara menenun kain dan pakaian dibuat dari bulu binatang. Orang zaman Jōmon mulai membuat bejana tanah liat yang dihias dengan pola-pola yang dicetakkan ke atas permukaan bejana sewaktu masih basah dengan menggunakan tongkat kayu atau tali atau simpul tali. Walaupun hasil penelitian menimbulkan keragu-raguan, menurut tes penanggalan radiokarbon, beberapa contoh tembikar tertua di dunia berasal dari Jepang, disertai pisau belati, giok, sisir dari kulit kerang, dan barang-barang keperluan rumah tangga lainnya berasal dari abad ke-11 SM. Boneka tanah liat yang disebut dogū juga ditemukan dari situs ekskavasi. Barang-barang rumah tangga menunjukkan kemungkinan ada rute perdagangan yang jauhnya sampai ke Okinawa .  Analisis DNA menunjukkan bahwa penduduk asli Hokkaido dan bagian utara Pulau Honshu yang disebut suku Ainu adalah keturunan orang zaman Jōmon dan merupakan keturunan dari manusia pertama penghuni Jepang.

Zaman Yayoi

Dōtaku dari zaman Yayoi, abad 3 M.

Zaman Yayoi berlangsung dari sekitar 400 SM atau 300 SM hingga 250 Masehi. Dari situs arkeologi kota Yayoi, distrik Bunkyō, Tokyo ditemukan artefak asal zaman yang kemudian disebut zaman Yayoi.

Pada awal zaman Yayoi, orang Yayoi sudah mulai dapat menenun, bertanam padi, mengenal perdukunan serta pembuatan perkakas dari besi dan perunggu yang dipelajari dari Korea atau Cina. Sejumlah studi paleoetnobotani menunjukkan teknik menanam padi di sawah dan irigasi sudah dikenal sejak sekitar 8000 SM di Delta Sungai Yangtze dan menyebar ke Jepang sekitar 1000 SM.

Dokumen tertulis yang pertama kali menyebut Jepang adalah Buku Han Akhir asal 57 Masehi. Buku tersebut mengisahkan, “Di seberang lautan dari Distrik Lelang tinggal orang-orang Wa. Mereka ada lebih dari dari 100 suku, mereka sering datang dan membayar upeti.” Catatan Sejarah Tiga Negara dari abad ke-3 mencantumkan negara yang terbentuk dari kumpulan 30 suku-suku kecil yang diperintah oleh dukun wanita bernama Himiko dari Yamataikoku.

Semasa Dinasti Han dan Dinasti Wei, pengelana Cina tiba di Kyushu dan mencatat tentang para penduduk yang tinggal di sana. Menurut para pengelana Cina, mereka adalah keturunan dari Paman Agung (Tàibó) dari negara Wu. Penduduk di sana juga menunjukkan ciri-ciri orang Wu pra-Cina yang mengenal tato, tradisi mencabut gigi, dan menggendong bayi. Buku Sanguo Zhi mencatat ciri-ciri fisik yang mirip dengan ciri-ciri fisik orang yang digambarkan dalam boneka haniwa. Laki-laki berambut panjang yang dikepang, tubuh dihiasi tato, dan perempuan mengenakan pakaian terusan berukuran besar.

Situs Yoshinogari adalah situs arkeologi terbesar untuk peninggalan orang zaman Yayoi yang mengungkap adanya permukiman di Kyushu yang sudah didiami orang secara terus menerus selama ratusan tahun. Hasil ekskavasi menunjukkan artefak tertua berasal dari sekitar 400 SM. Di antara artefak yang ditemukan terdapat perkakas besi dan perunggu, termasuk perkakas dari Korea dan Cina. Dari barang-barang peninggalan diperkirakan orang zaman Yayoi sudah sering melakukan kontak dan berdagang dengan orang dari Daratan Cina.

Visual Kei

October 10, 2009

Visual Kei merupakan penggabungan dari kata Visual(bahasa Inggris), dan Kei(bahasa Jepang) yang mempunyai arti ‘gaya’. JikVisual_Keia komunitas Punk berasal dari London, maka Visual kei berasal dari Jepang. Visual Kei (ヴィジュアル系 bijuaru kei?) mengacu pada sebuah gerakan dalam J-Rock yang populer pada sekitar tahun 1990-an. Gerakan ini ditandai dengan band yang mengenakan kostum dramatis dan imej visual untuk memperoleh perhatian. Di Jepang, penggemar band Visual Kei sebagian besar hampir selalu terdiri dari gadis remaja dan dipasarkan secara luas dalam bentuk merchandise anggota band itu sendiri. Di negara-negara lain, perbandingannya kecil secara kuantitas antara penganut Visual Kei kira-kira keseluruhan antara remaja putra dan putri.

Anggota band Visual Kei sering memakai make up yang mencolok, dengan gaya potongan rambut yang dramatis, yang mengingatkan pada “pita rambut” tahun 1980-an dan memakai kostum yang sangat rumit. Walaupun sebagian besar musisi adalah laki-laki. Anggota band sering bermake up dan memakai pakaian yang dapat dianggap sebagai feminin atau androgynous. Pada akhirnya sebagian band kembali pada image warna – warni dan fantastik yang populer sekitar 5 tahun lalu yang diinspirasi game RPG dan anime. Daya tarik kostum pada fans adalah dengan ditunjukkan oleh para gadis yang berpakaian cosplay sebagai anggota band favorit mereka, secara terpisah pada konser di Jepang, di Amerika pada acara-acara anime.

Band visual kei yang diartikan sebagai yang utama dari gaya visual, tidak mengacu pada jenis musik tertentu. Mereka sebagian memainkan musik rock, hard rock seperti Luna SeaDir en GreyPenicillinDue’le QuartzPlastic Tree, musik gothic dan neoclassic seperti Malice MizerMoi Dix Mois, Rentrer en Soi, D’espairs Ray dan Phantasmagoria, Light Rock dan Pop seperti L’Arc~en~CielGlayShazna dan musik heavy metal dan Ballad seperti X JapanLoudnessBuck- TickSex Machine Gun, selain itu musik industrial, punk, dan techno kadang – kadang juga masuk ke dalamnya. Dengan mengambil genre dalam arti yang luas, sebagian besar memutuskan memainkan beberapa jenis musik rock.

Pengamat barat seringkali kebingungan dalam membedakan Visual Kei Band dengan Band Gothic karena kadang-kadang penampilannya yang mirip dalam bermake up dan berpakaian, tetapi sebagian gothic Jepang tidak bisa memasukkan visual Kei menjadi Gothic, dan disana ada persilangan budaya kecil antara Visual Kei Jepang dan Gothic Jepang diluar model gothic lolita, yang mana dipengaruhi oleh subbudaya gothic.

Secara luas gerakan ini telah dimulai oleh X Japan pada tahun 1980-an, yang mengangkat tren dari pemanfaatan visual shock untuk memperoleh pengakuan dalam kancah musik independen.

Sejarah:

Sejarah yang “melahirkan” adanya Visual Kei sebenarnya bermula saat Jepang mengalami perubahan besar-besaran usai Perang Dunia II. Saat itu ada suatu komunitas yang ‘terbuang’ dari masyarakat. Komunitas ini tidak hanya berbicara melalui mulut dan tulisan, tapi juga lewat penampilan. Komunitas yang mayoritas terdiri dari kaum adam itu tampil dengan mengenakan berbagai macam aksesoris dan berdandan maupun berperilaku layaknya perempuan. Lewat apa yang mereka pakai, mereka berbicara tentang segala hal. Mulai dari politik, segala under pressure, hingga masalah-masalah psikologis. Namun seiring dengan perubahan zaman, komunitas ini perlahan-lahan mengalami “mati suri” hal ini dikarenakan banyak orang Jepang yang lebih memilih bunuh diri untuk menyelesaikan masalah, daripada tenggelam dalam penderitaannya sendiri.

L’Arc~en~Ciel

October 10, 2009

L’Arc~en~Ciel ラルク アン シエル (Raruku An Shieru ?) adalah nama grup musik Jepang beraliran J-Rock. Band inL'Arc~en~Cieli beranggotakan hyde(vokal), ken (gitar), tetsu (bass), dan yukihiro (drum). Grup musik ini didirikan oleh Tetsu pada Februari 1991. Nama “L’Arc~en~Ciel” berasal dari sebuah kata dalam bahasa Perancis yang secara harifiah berarti “lengkungan di langit” atau “pelangi”, nama ini diambil dari judul sebuah film Perancis yang pernah ditonton oleh Tetsu.

Di Jepang saja, band ini telah menjual lebih dari 25 juta kopi album dan singel.

Mantan personel yang sempat memperkuat band ini:

  • Sakura (drum) (1992-1997) digantikan oleh Yukihiro karena memakai narkoba dan masuk penjara.
  • Hiro (gitar) (1991-1992)
  • Pero (drum) (1991-1992)

Awal terbentuk

Osaka, sekitar awal tahun 1991 dua orang anak muda bernama Tetsu dan Hiro membentuk sebuah grup band. Tetsu berperan sebagai bassis berikut vokal sementara Hiro sebagai gitaris. Pada waktu itu Hyde masih menjadi gitaris di sebuah band bernama Kiddies Bomb, yang kemudian berganti nama menjadi Jerusalem’s Rod dan Hyde berganti posisi menjadi vokalis (meskipun pada saat itu ia sama sekali tidak tertarik dengan perannya tersebut).

Pada suatu hari Tetsu menyaksikan penampilan grup band tersebut untuk kali pertama. Ketika itu ia merasa yakin bahwa Hyde adalah orang yang tepat untuk mengisi posisi vokal di grup band-nya. Maka selama beberapa waktu ia terus mengikuti penampilan band tersebut, hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk mengajak Hyde dan rekannya di Jersarem’s Rod, Pero untuk bergabung dengannya. Setelah beberapa kali melakukan session, Hyde akhirnya memutuskan untuk meninggalkan band lamanya dan bergabung bersama band Tetsu. Maka terbentuklah formasi paling awal L’Arc~en~Ciel, yakni Tetsu (bass sekaligus pemimpin band), Hyde (vokal), Hiro (gitar), dan Pero (drum).

Nama L’Arc~en~Ciel sendiri diusulkan oleh Tetsu yang terinspirasi oleh sebuah film Perancis yang berjudul sama. L’Arc~en~Ciel diambil dari Bahasa Perancis yang memiliki arti PELANGI.

Penampilan live pertama mereka yaitu pada tanggal 30 Mei 1991 di Nanba Rockets. Bahkan ketika itu sang pemilik panggung berpikir bahwa L’Arc~en~Ciel akan menjadi sangat terkenal, dan hal itu terbukti beberapa tahun kemudian.

Glay

October 10, 2009

Glay (グレイ ?) adalah grup rock Jepang asal Hokkaido. Setelah penampilan pertama pada tahun 1994, mereka banyak menghasilkan lagu-lagu hit. Di antaranya “However“, “Be With You“, “Yūwaku“, “Soul Love“, “Winter,again“, dan “Tomadoi/Special Thanks” laku di atas satu juta kopi. Hingga tahun 2008, Glay telah menjual sekitar 28 juta kopi untuk 43 singel mereka, dan keempat belas album mereka laku sebanyak 23 juta kopi.

Anggota

Semua anggota Glay adalah kelahiran Hakodate, Hokkaido, kecuali Hisashi yang kelahiran HirosakiAomori, namun pindah ke Hakodate sewaktu masih sekolah dasar.

  • Takuro (gitar, pemimpin, dan pencipta lagu)Glay
Nama asli: Takuro Kubo
Nama asli: Teruhiko Kobashi
Nama asli: Yoshihito Wayama
Nama asli Hisashi Tonomura

Mantan anggota dan musisi pendukung

  • Seiichiro Nagai: kibor (2007-sekarang)
  • Yuta (nama asli: Yuta Saitou), kibor (2004–2005)
  • Toshi (nama asli: Toshimitsu Naga), drum (1995–sekarang)
  • Sakuma (nama asli: Masahide Sakuma), gitar, kibor, produser (pertengahan 1994–sekarang)
  • Shige (nama asli: Shigeo “sk55” Komori), kibor (1998–2004)
  • D.I.E. (nama asli: Daijiro Nozaw), kibor (1995–1998)
  • Nobumasa, drum (1994–1995)
  • Akira, drum (1993–1994)

Karier

Glay mulai dikenal setelah merilis singel “Yes, Summerdays” pada 1995, namun baru pada tahun 1996 mereka mencetak lagu hit pertama, “Glorius“. Setelah itu album kedua, Beat out!setelah dirilis langsung menempati peringkat pertama Oricon. Kesuksesan mereka diteruskan dengan singel-singel berikut seperti “Beloved“, “Kuchibiru“, dan “However“. Album kompilasiReview Best of Glay yang dirilis tahun 1997 laris terjual hingga 4.880.000 kopi.

Setelah singel “Yūwaku” dan “Soul Love” menjadi hit, Glay merilis singel video (VHS), “Survival“. Pada Maret 1999, mereka mengadakan konser 5 hari di Tokyo Dome. Konser berikutnya diadakan di Makuhari MessePrefektur Chiba, dan diberi nama Makuhari Mese 10th Anniversary Glay Expo’99 Survival. Pada Desember 1999, singel “Winter, again” memenangi Japan Record Award ke-41. Sebagai penutup tahun 1999, Glay manggung bersama Luna Sea dalam pertarungan antarband yang diadakan Extasy Records di Tokyo Dome.

Pada tahun 2002, Glay menggelar konser di Beijing dengan nama Glay One Love in Beijing. Konser tersebut diadakan sebagai peringatan 30 tahun hubungan diplomatik Jepang-RRC. Konser besar mereka yang berikutnya adalah [[Glay Expo|Glay Expo 2004 in Universal Studios Japan “The Frustrated” pada 31 Juli 2004.

Konser pertama Glay di Amerika Serikat, Glay Verb Tour 2008 in U.S. berlangsung pada 12 Agustus 2008. Pada tahun 2009, mereka memperingati 15 tahun Glay dengan mengeluarkan singel ke-41, “I am xxx”. Sebuah album kompilasi, The Great Vacation Vol.1 Super Best of Glay menyusul pada 10 Juni 2009.

High and Mighty Color

October 10, 2009

High and Mighty Color (ハイ・アンド・マイティ・カラー ?) adalah grup musik heavy rock asal Jepang yang terdiri dari 6 personil.

Mereka dikontrak perusahaan rekaman SME Records, dan berada di bawah manajemen Spice Music yang juga menangani Orange Range. Penggemar menyingkat nama grup ini sebagai Haikara.HIGH and MIGHTY COLOR

Anggota

Nama asli: Maki Onaga (翁長麻紀 Onaga Maki?), menyebut dirinya dalam blog milik band sebagai Makio.

Setelah bertemu anggota nd Anti-Nobunaga, Maki membatalkan rencana sekolah di Kanada. Maki menjadi peran utama dalam film Anata o Wasurenai karya sutradara Junji Hanadō.

Nama asli: Yūsuke Kuniyoshi (国吉祐輔 Kuniyoshi Yūsuke?)

Perannya dalam grup Anti-Nobunaga yang merupakan cikal bakal Haikara adalah sebagai vokalis utama.

Nama asli: Kazuto Heshiki (平識和人 Heshiki Kazuto?)

Gitar utamanya adalah merek ESP yang dipesan khusus dan diberi nama Purple Haze.

  • Meg (メグ ?, lahir di Naha, 15 November 1984) (gitar)

Nama asli: Yūsuke Ishikawa (石川祐輔 Ishikawa Yūsuke?)

Gitar yang digunakannya merek ESP yang dipesan khusus dan diberi nama Rin.

Nama asli: Masakatsu Minei (嶺井政克 Minei Masakatsu?)

Nama asli: Satoshi Nishihira (西平 聡 Satoshi Nishihira?)

[sunting]Karier musik

Selain vokalis Maki, kelima anggota High and Mighty Color memulai karier musik mereka dengan grup heavy metal Anti-Nobunaga. Meg dan Sassy membentuk Anti-Nobunaga dengan bantuan teman sekelas mereka, Kazuto, mACKAz, dan Yuusuke. Mereka sering mengikuti kontes band dan sering menang.

Pada musim panas tahun 2003, Anti-Nobunaga muncul dalam konser yang diadakan Spice Records yang pernah mengorbitkan Orange Range. Anti-Nobunaga diikutsertakan dalam album CD kompilasi Okinawa 2003. Setelah bergabungnya vokalis wanita Maki (waktu itu berusia 17), mereka berenam menamakan band baru mereka sebagai High and Mighty Color. Penampilan publik yang pertama adalah di festival “Music Picnic” yang diadakan Spice Music, September 2004.[1]

Debut mereka dengan perusahaan rekaman besar dimulai 26 Januari 2005. Singel perdana “Pride” dijadikan lagu pembuka serial anime Mobile Suit Gundam SEED Destiny musim kedua. Singel tersebut sempat menempati tangga singel Oricon di urutan nomor dua, dan terus laku hingga lebih dari 300 ribu keping.[2] Sepanjang Maret hingga April 2005, mereka mengadakan 7 kali pertunjukan di 7 kota dalam tur yang diberi nama “Free Live Showcase Tour 2005”. Setelah itu, mereka merilis “Over” dan “Run Run Run” sebagai singel kedua dan ketiga.

Setelah tur musim panas “Bipartite Rock Tour” yang juga dilangsungkan di 7 kota, mereka merilis singel ke-4, “Days” dan album pertama, Go Over. Singel ke-5, “Style -get glory in this hand-” dijadikan image song untuk permainan video Shinobido: Way of the Ninjadi PlayStation 2. Masih di akhir tahun yang sama, High and Mighty Color menerima Japan Record Awardke-47 sebagai Artis Pendatang Baru Terbaik.

Tahun 2006 dimulai mereka dengan tur musim dingin “Shake Now Baby ’06” di 3 kota. Singel ke-6, “Ichirin no Hana” digunakan sebagai lagu pembuka serial anime Bleach musim ke-3 (episode 52-74 yang ditayangkan mulai 11 Januari 2006 di Jepang). Singel tersebut menjadi singel kedua mereka yang menempati tangga lagu Oricon di urutan nomor dua setelah “Pride”. Di Amerika Serikat, album Go Overdirilis pada tanggal 21 Maret 2006.

Album kedua mereka, Gou on Progressive dirilis 5 April 2006 dan diikuti dengan tur keliling “Live Bee Loud”. Hingga di akhir tahun 2006, Haikara merilis 2 buah singel lagi, singel ke-7 “Dive into Yourself” dan “”Enrai -Tooku ni Aru Akari-“.

Awal tahun 2007 diawali dengan dirilisnya singel ke-9, “Tadoritsuku Basho” / “Oxalis“, dan mulai diputarnya film yang dibintangi Maki, Anata o Wasurenai (26 Year Diary) di bioskop-bioskop Jepang. Lagu “Tadoritsuku Basho” dipakai sebagai lagu tema, dan “Oxalis” sebagai lagu sisipan.

Setelah album ke-3 San yang dirilis 21 Februari 2007, mereka merilis singel ke-10, “Dreams” (1 Agustus 2007) yang dipakai sebagai lagu penutup serial anime Darker than Black.

Hey! Say! JUMP

October 9, 2009

Hey! Say! JUMP (ヘイセイジャンプ ?) adalah grup penyanyi idol asal Jepang yangHey! Say! JUMP beranggotakan 10 orang remaja pria belasan tahun. Grup ini dibentuk 21 September 2007, dan merupakan salah satu grup penyanyi idol milik Johnny & Associates.

Berdasarkan umur anggotanya, Hey! Say! JUMP dibagi menjadi dua unit, Hey! Say! Best (murid SMU) dan Hey! Say! 7 (murid SD/SMP). “Best” adalah singkatan dari Boys Ex-Select Team. Sementara itu, angka “7” dalam “Hey! Say! 7” berasal dari angka tahun berdirinya unit ini (2007). Usia rata-rata anggotanya adalah 15 tahun.

Anggota

Hey! Say! Best

Hey! Say! 7

Karier musik

Pembentukan Hey! Say! JUMP diumumkan dalam konser “Johnny’s Jr. Hey Say 07 in Yokohama Arena” di Yokohama, 24 September 2007. Hey! Say! JUMP dimaksudkan sebagai kelanjutan dari unit penyanyi idol Hey! Say! 7 (angka “7” dibaca sebagai “seven“) yang direncanakan hanya berkegiatan dalam masa terbatas.

Hey! Say! JUMP dipersiapkan untuk bernyanyi dalam Kejuaraan Dunia Bola Voli 2007 yang berlangsung di Jepang, 2 November2 Desember 2007. Singel CD mereka, “Ultra Music Power” dijadikan image song dalam kejuaraan yang disiarkan secara langsung oleh jaringan televisi Fuji. Setelah V6, Arashi, dan News, grup Hey! Say! JUMP menjadi generasi ke-4 grup idol Johnny & Associates yang menjadi bintang dalam siaran langsung Kejuaraan Dunia Bola Voli.

“Hey! Say! JUMP” dipilih sebagai nama grup, karena semua anggotanya kelahiran tahun Heisei. JUMP adalah singkatan dari Johnny’s Ultra Music Power. Istilah “Hey! Say!” juga pernah dipakai sebagai judul album grup penyanyi idol Hikaru Genji yang dirilis tahun 1989.

Sebelumnya pada tahun 1984, kata “JUMP” pernah digunakan Johnny’s untuk acara konser libur musim semi bernama JUMP ’84. Pada waktu itu, JUMP merupakan singkatan dari Johnny’s Ultra Music Panic.

Upacara minum teh (Jepang)

October 9, 2009

Upacara minum teh (茶道 ,sadō, chadō?, jalan teh) adalah ritual tradisional Jepang dalamChashitsu (ruangan upacara minum teh) menyajikan teh untuk tamu. Pada zaman dulu disebut chatō (茶の湯 ?) atau cha no yu. Upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan disebut nodate. Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh dan dinikmati sekelompok tamu di ruangan khusus untuk minum teh yang disebut chashitsu. Tuan rumah juga bertanggung jawab dalam mempersiapkan situasi yang menyenangkan untuk tamu seperti memilih lukisan dinding (kakejiku), bunga (chabana), dan mangkuk keramik yang sesuai dengan musim dan status tamu yang diundang. Teh bukan cuma dituang dengan air panas dan diminum, tapi sebagai seni dalam arti luas. Upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara minum teh (chashitsu) dan berbagai pengetahuan seni secara umum yang bergantung pada aliran upacara minum teh yang dianut. Seni upacara minum teh memerlukan pendalaman selama bertahun-tahun dengan penyempurnaan yang berlangsung seumur hidup. Tamu yang diundang secara formal untuk upacara minum teh juga harus mempelajari tata krama, kebiasaan, basa-basi, etiket meminum teh dan menikmati makanan kecil yang dihidangkan. Pada umumnya, upacara minum teh menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh hijau yang digiling halus. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchadō, sedangkan bila menggunakan teh hijau jenis sencha disebut senchadō. Dalam percakapan sehari-hari di Jepang, upacara minum teh cukup disebut sebagai ocha (teh). Istilah ocha no keiko bisa berarti belajar mempraktekkan tata krama penyajian teh atau belajar etiket sebagai tamu dalam upacara minum teh.